Pesan Menteri Haji Gus Irfan ke Petugas Haji 2026 : Layanan Harus Berstandar Tinggi, Bawa Nama Baik Negara
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. (FOTO : DOK. KEMENHAJ)
_________
JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan instruksi tegas kepada 1.636 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M. Menhaj menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada 221.000 jemaah haji Indonesia adalah cerminan martabat bangsa di mata dunia.
"Haji adalah amanah negara. Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji menuntut tata kelola tertib dan petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan," ujar Menhaj Irfan Yusuf saat memberikan arahan di Jakarta, baru-baru ini.
Persiapan petugas tahun ini dilakukan secara maraton selama satu bulan. Dimulai dengan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede (10–30 Januari 2026) dan dilanjutkan pendalaman materi secara daring hingga 11 Februari 2026.
Data internal Kemenhaj menunjukkan hasil yang memuaskan. Indeks performa petugas selama masa karantina di asrama haji menyentuh angka di atas 90 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa para petugas tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan manajerial yang matang.
4 Fokus Utama Petugas Haji 2026
Untuk memastikan keberhasilan operasional di tanah suci, materi diklat tahun ini difokuskan pada empat pilar utama. Pertama, kebijakan Terbaru Arab Saudi yakni pemahaman mendalam terkait aturan teknis di Makkah dan Madinah.
Kedua, cara menangani kendala jemaah dengan pendekatan yang humanis. Petugas Haji 2026 juga dibekali paktik langsung penanganan arus jemaah dan manajemen krisis. Petugas hani juga diminga menjaga etika sebagai duta bangsa. Tahun ini, Kemenhaj menyiapkan layana haji ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.
"Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah wajah negara," tegas Menhaj.
Dari total 1.636 peserta, sebanyak 1.622 petugas dinyatakan aktif dan siap diberangkatkan, sementara sisanya berhalangan karena alasan kesehatan. Dengan berakhirnya diklat ini, Kemenhaj memastikan PPIH siap menjadi garda terdepan untuk mewujudkan haji yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh jemaah Indonesia.
Comments ( 0 )